Ass. Wr. Wb. Saya Ir. Bekti Hermawan S.Pds, MBAq, alumnus jurusan Sosial Ekonomi - Agribisnis, Fak. Pertanian, Institut Pertanian Bogor, 1991. Dan sudah dikarunia 2 orang anak, Agung 11 tahun kelas VI, dan Adinda 9 tahun kelas III. Keduanya sekolah di SDN Sukadamai III, Bogor. . Anak-anak didik kami memanggil saya "guru jalanan". Yah... maklumlah, kata orang saya ini guru matematika dasar. Tapi kalau ditanya ngajarnya di mana... saya jadi bingung, karena saya tidak memiliki sekolah atau ngajar di suatu sekolah. Jadi, ibarat tentara, maka saya adalah tentara tanpa markas, hehehehehe...! Tapi tidak apa-apa. Yang penting anak-anak didik kami memiliki semangat yang luar biasa dalam belajar matematika. Alhasil, anak saya sendiri, Agung dan Adinda, saat ini dua-duanya sangat tidak berminat belajar Bahasa Indonesia! Wah, saya jadi bingung! Dulu gak mau belajar matematika. Sekarang setelah matematikanya diatas 9 terus di rapor, eh... pelajaran lain gak mau dipelajari! Maunya tiap hari belajar matematika! Selain itu, belajar prilaku (akhlaq, moral) yang tercantum pada pelajaran PKN atau Agama Islam... kurang diminati pula! Wuuusss... lengkap sudah kebingunganku! Namun alhamdullillah, sejak 2 tahun yang lalu saya bisa menulis dan menyelesaikan apa yang kami sebut Matematika Akhlaq. Yaitu suatu pelajaran moral, etika atau akhlaq mulia yang kami ajarkan melalui angka dan bilangan berdasarkan Al Quran. Surat yang kami gunakan sebagai landasan adalah QS Al Baqarag:185. Dengan Matematika Akhlaq, anak-anak kami sekarang sudah mulai menyukai pelajaran PKN dan Agama Islam. Syukurlah. Semoga saja anak-anak kami semakin termotivasi belajar Agama Islam dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak abstrak. "Ya ALLAH, tambahkanlah kepadaku pengetahuan." Karena aku tahu, ENGKAU sebenarnya menghendaki kemudahan dan bukan kesulitan. Dan ENGKAU pun pernah mengatakan padaku: "Di balik kesulitan itu ada kemudahan." Maha Benar ENGKAU ya ALLAH. Wass. Wr. Wb. Ir. Bekti Hermawan Handoyo S.Pds, MBAq
| ||||||||
| ||||||||

